Abilities: Sit, crawl, respond to everyone, mumble, smile, laugh etc
Reem at 5-months-old
Posted in Uncategorized
Pictures From Auntie Flaa


Posted in Uncategorized
Forum Pasangan Muda
Posted in Uncategorized
Kisah akak dan abg Mu’az
Saya nak dedicate nasyid ni utk akak dan zauj akak….. moga Allah Kekalkan kalian di atas jalan dakwah ini. Andai maut memisahkan kalian kerna jalan dakwah ini, moga Allah Pertemukan kalian sebagai pasangan kembali di syurga kelak.
Duhai Pendampingku
Munsyid : edCoustic
http://liriknasyid.com
Di hatimu tersimpan cinta yang suci
Serta mendalam pernikahan dari beda dunia
Meski kau terbiasa hidup tanpa perih
Namun kau ikhlas hidup bersahaja
Namun bahagia
Reff :
Duhai pendampingku, akhlakmu permata bagiku
Buat aku makin cinta
Tetapkan selalu janji awal kita bersatu
Bahagia sampai ke surga
Maafkan aku jika tak bisa sempurna
Karena ku bukan lelaki yang turun dari surga
Ketulusan hatimu anugerah hidupku
Doakan langkah kita tak berpisah
Untuk selamanya
password: bismillah
Posted in Baitul Muslim
Mini Ma’tsurat untuk Cenderahati Walimah
Assalamu’alaykum wbt kepada pelanggan2 yang dihormati,

Muka Hadapan (Beraneka design & warna)
Muka Belakang (Boleh ditambah ucapan, doa & lain-lain tulisan)
* Kami merupakan sole-distributor mini ma’tsurat untuk cenderahati walimah di Malaysia.
Untuk urusan penempahan, sila hantarkan email dengan subjek “Menempah Cenderahati Ma’tsurat” ke: nurulfathimridayu_ramli@yahoo.com dan borang tempahan akan di emailkan kepada anda dalam masa 48 jam.
Kami mendoakan agar pernikahan anda lebih barokah dengan pemberian ma’tsurat ini sebagai cenderahati kepada tetamu yang hadir.
Sekian, terima kasih.
Posted in Uncategorized
Reem’s Pics
Atas permintaan teman-teman, umi upload gambar2 Reem yg dulu dan terkini..:)
Nama: Reem Murshida bt. Ahmad Mu’az
Tempat lahir: Ampang Putri Specialist
Tarikh Lahir: 10 April 2009
Waktu dilahirkan: 4.14 petang (Jumaat)
Berat: 3.3 kg
Panjang: 53 cm
Doktor: Dr.Ariza bt. Mohammad

Reem cukur rambut hari ke-7 dan bertahnik di Darul Hikmah

Reem & Jedda


Reem solehah


Posted in Baitul Muslim
Tohhur inshallah buat Dr.Ariza
Dear Reem,
Tanggal 24hb April 2009, genap 2 minggu selepas Reem dilahirkan, umi mendapat berita mengejutkan daripada abi; Dr.Ariza Mohammad telah mengalami kemalangan serius ketika turun dari bas, kakinya terpelecok dan patah. Inna lillaahi wa inna ilaihi raji’oon.. Untuk pengetahun Reem, Dr. Ariza ialah doktor Reem yang pertama
. Doktor yang scan Reem sewaktu umur Reem sebulan dalam kandungan lagi, sehinggalah ke saat Reem nak keluar melihat dunia pun, Dr.Ariza yang pertama menyentuh dan menyambut Reem. Jazahallaahu bi ahsanil jazaa’.. Semoga Dr.Ariza cepat2 sembuh, sekiranya itu yang Allah kehendakkan.. ameen

(Dari kiri) Umi, Dr.Ariza, Pakcik Halim, Thalhah & Abi
Posted in Uncategorized
My First Istisyhad; Reem Murshida

My lil' mujaahidah; Reem Murshida bt. Ahmad Mu'az
View: Reem’s Video
View: Reem & Wonder Pet
Reem Salih Ar-Riyashi (1982 – 14 January 2004) was a 21-year old Palestinian mother of two (Dhoha, 2 and a half years old & Muhammad, 1 and a half year old) from Gaza City who martyred herself and killed four Israelis in a Martyrdom Operation at the Erez crossing on January 14, 2004, by exploding 2kg of explosive and precisely attacking the Zionist military occupiers.
According to Hamas and the Al-Aqsa Martyrs Brigade, the attack by Riyashi was a joint operation mounted as a response to weeks of Israeli incursions into West Bank cities that had left about 25 Palestinians dead.
Unlike most martyrs, Riyashi came from a wealthy family. Riyashi was the first female istisyhadiyah sent by Hamas whose spiritual leader at the time, Sheikh Ahmed Yassin had initially objected to the involvement of women in such actions, altering this position shortly before his assassination by Israel in March 2004.
Wearing combat fatigues and holding an automatic rifle with a rocket-propelled grenade in the foreground, Riyashi said that since age 13 she had dreamed of turning “my body into deadly shrapnel against the Zionists”. She continued: “I always wanted to be the first woman to carry out a martyrdom operation, where parts of my body can fly all over … God has given me two children. I love them [with] a kind of love that only God knows, but my love to meet God is stronger still.”
Virtues of the Martyrs
Allah states that even though the martyrs were killed in this life, their souls are alive and receiving provisions in the Dwelling of Everlasting Life. In his Sahih, Muslim recorded that Masruq said, “We asked `Abdullah about this Ayah,
[وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَتاً بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ ]
(Think not of those as dead who are killed in the way of Allah. Nay, they are alive, with their Lord, and they have provision.)
He said, `We asked the Messenger of Allah the same question and he said,
«أَرْوَاحُهُمْ فِي جَوْفِ طَيْرٍ خُضْرٍ، لَهَا قَنَادِيلُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ، تَسْرَحُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ، ثُمَّ تَأْوِي إِلَى تِلْكَ الْقَنَادِيلِ، فَاطَّلَعَ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمُ اطِّلَاعَةً فَقَالَ: هَلْ تَشْتَهُونَ شَيْئًا؟ فَقَالُوا: أَيَّ شَيْءٍ نَشْتَهِي وَنَحْنُ نَسْرَحُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ شِئْنَا؟ فَفَعَلَ ذَلِكَ بِهِمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَلَمَّا رَأَوْا أَنَّهُمْ لَنْ يُتْرَكُوا مِنْ أَنْ يُسْأَلُوا، قَالُوا: يَا رَبِّ نُرِيدُ أَنْ تَرُدَّ أَرْوَاحَنَا فِي أَجْسَادِنَا حَتَّى نُقْتَلَ فِي سَبِيلِكَ مَرَّةً أُخْرَى، فَلَمَّا رَأَى أَنْ لَيْسَ لَهُمْ حَاجَةٌ، تُرِكُوا»
(Their souls are inside green birds that have lamps, which are hanging below the Throne (of Allah), and they wander about in Paradise wherever they wish. Then they return to those lamps. Allah looks at them and says, `Do you wish for anything’ They say, `What more could we wish for, while we go wherever we wish in Paradise’ Allah asked them this question thrice, and when they realize that He will keep asking them until they give an answer, they say, `O Lord! We wish that our souls be returned to our bodies so that we are killed in Your cause again.’ Allah knew that they did not have any other wish, so they were left.)”’ There are several other similar narrations from Anas and Abu Sa`id.
Posted in Baitul Muslim
A Writing by Umi’s Best Friend;
Dear Istisyhad,
Umi want to show you a writing by umi’s best friend in her blog. Her name is Nurul Adni.. when you’re older don’t forget to pay Mcik Adni a visit i.e ziaarah her if umi happen to leave this world first.. Mcik Adni is one of umi’s best friends in INTEC, Shah Alam (A preparation centre before umi went to Australia for umi’s degree). A lot you can learn from her insha-Allah. She wrote this in her blog several days after umi and abi’s walimah in Tampin; that was on 8th Febr 2008. Umi cry everytime umi read this writing of hers, because it reminds umi of the reason why umi and abi were united in baitul muslim, so that umi and abi must always purify our intention. In Allah’s cause umi and abi were tied, we pray only by His cause would we be apart.
Istisyhad sayang,
Umi hope you’ll also be granted with a partner that Allah has chosen specially for you. So to achieve that, you must first guard yourself from kasratul ma’asiy, be it ma’asiy of heart, eyes, hands, legs or even thoughts. Be a righteous muslim and mu’min. Insha-Allah, Allah will pair you with someone who is righteous too, and eligible for you. Ameen.

Bingkisan Buat Ahmad Mu’az Mohd Nawawi & Nurul Fathim Ridayu Ramli… ![]()
yang telah selamat menjadi zauj zaujah pada 8 Disember 2007/ Walimah pada 2 Feb 2008 ( rumah lelaki) dan 9 Feb 2008 (rumah perempuan).
Dengan rahmat ALLAH, mampu ku lihat dari wajah kalian yang kini kalian meniti hari-hari paling bahagia penuh rahmah wa mawaddah bersama orang baru bernama suami dan isteri. Syukurlah…diri-diri kalian saling menjadi hadiah terbaik yang kalian perolehi kerana bernikah dan berwalimah pada hari lahir kalian yang ke 22 dan 23.![]()

Dan ..walau seerat dan seintim mana sekalipun kalian berdua, pasti ketika-ketikanya nanti akan ada masa renggang dan tidak selesa. Kerana setiap hubungan antara insan pasti ALLAH akan uji. Pasti akan ada konflik dan salah faham yang melanda..Kalian akan ada masa jatuh dan bangun. Akan ada masa gaduh dan baik. Akan ada masa penat dan bersemangat. Akan ada masa sedih
dan gembira
…
Hadapilah dengan iman dan kematangan, bukan dengan kemarahan dan melulu perasaan… Jika ada perbezaan dan pertentangan cara bertindak dan pemikiran, itu perkara biasa yang perlu ditanggapi dengan sabar dan lapang dada… Muaz bukan Ayu dan Ayu bukan Muaz, biarkan masing-masing menjadi diri masing-masing.
Komunikasikan perasaan dengan baik dan hikmah lagi telus agar bisa memahami peribadi masing2, dan sesungguhnya ta’aruf itu berlangsung seumur hidup…
Bilamana ALLAH dan Rasul berada ditempat paling atas dalam rumahtangga kalian.., syaitan tidak akan mampu mencelah merosakkan kasih sayang… syaitan dan gengnya tidak akan mampu mencucuk prasangka buruk
ke jiwa2 kalian…dan dgn ALLAH dan Rasul, nafsu akan mampu ditundukkan hingga akhirnya kalian faham dan ikhlas untuk memberi yang terbaik pada diri pasangan… ![]()
Jika syaitan iblis berusaha keras memudar & melebur mawaddah wa rahmah yang menaungi rumahtangga islam, maka kalian harus lebih kerja keras agar baitul muslim ini terus menjadi wasilah kalian untuk mentqarrub diri pada ALLAH dan menghantar kalian ke syurga ALLAH..
Jagalah ALLAH, nescaya ALLAH menjaga kalian.. Bertaqwalah pada ALLAH walau dimana kalian berada..

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin….
Kalian telah ALLAH satukan didalam ikatan pernikahan yang agung lagi suci….
Maha Suci ALLAH yang mempertemukan kalian dijalan dakwah dan tarbiyyah… Maha Besar ALLAH yang mengirimkan para du’at untuk saling bermusyawarah dalam membantu menyusun seterusnya menyaksikan kalian memateri mitsaqan ghaliza…
Pesanku , bilamana kalian bertaaruf dan bernikah kerana ALLAH dan Rasul, bilamana dijalan dakwah kalian membina baitul muslim ini ini - maka jangan sekali-kali kalian berpisah melainkan kerana ALLAH dan Rasul…maka jangan sekali-kali kalian meninggalkan satu sama lain melainkan di atas jalan dakwah dan tarbiyyah…demi meraih redha ALLAH.. moga baitul muslim kalian akan merancakkan lagi laluan tarbiyyah..
Menitis air mata kakakmu ini menyaksikan kalian menjadi antara contoh terbaik sebuah pernikahan yang penuh barokah..dan bukan sekadar diriku, malah ikhwah dan akhawat yang lain ku percaya turut insaf dan terharu merasakan rahmat dan kemurniaan ikatan yang sungguh terpelihara bermula dari langkah pertama berta’ruf.
Bak kata seorang sahabatku, baginya, majlis pernikahan kalian lebih tinggi nilai tarbiyyah dari program2 seperti MABIT, ta’alim etc.. Melihat dua insan mengikat ikatan halal dengan bersaksikan ALLAH dan para malaikat, tingginya mahar pernikahan yang diminta ukhti daripada suami iaitu hafalan surah At Tahrim ayat 6 dan Surah As Soff…
Keberkatan turut dirasa kerana alhamdulillah kalian tidak pernah bersentuhan dalam bentuk apa sekalipun sebelum pernikahan- tiada sms, tiada email, tiada tatapan mata apatah lagi bualan mesra dan kedekatan fizikal… hati para sahabat kalian sesungguhnya terharu gembira insaf (dan cemburu) melihat bahagia dan ketenangan yang terpancar diwajah kalian yang menikmati hubungan yang halal lagi diredhai..

Akhi wa ukhti fillah…
doakan diri kekandamu ini agar mampu menjaga kesucian hati dan diri seperti kalian hingga akhirnya ALLAH menganugerahkan jua anugerah agung itu pada ku insyaALLAH..doakan diriku menjadi hamba solehah dan daieyah yang istiqamah mencari keredhaan dan keampunanNYA…doakan jua ALLAH mempertemukan diriku dengan jodoh yang soleh di jalan tarbiyyah dan dakwah ini hingga pernikahan antara dua insan akan menyaksikan perjalanan menyebarkan agama ALLAH ini semakin baik dan lancar…
Bertemu tiada jemu…berpisah tiada gelisah- bila ikatan terjalin kerana ALLAH.![]()
jika tiada pertemuan lagi didunia,
moga akan ada pertemuan didunia abadi sana dalam kegembiraan hakiki insyaALLAH…… ![]()
Posted at 06:31 pm by nur_syauqeena
Posted in Baitul Muslim
Perbaiki Subuh Kita
“Siapa yang ingin berjihad di jalan Allah, saya tunggu di bukit ini ba’da subuh”
Kalimat di atas sangat melekat di benak saya, meski sudah lebih dua puluh tahun silam saya mendengarnya di sebuah film epik berjudul Cut Nyak Dien. Kisah kepahlawanan para pejuang Aceh yang gagah perkasa melawan penjajah Belanda ketika itu. Kalimat penuh semangat dan mengandung ruh jihad itu diucapkan oleh seorang panglima perang Aceh, Teuku Umar di hadapan para pejuangnya.

Bertahun-tahun saya sempat bertanya, “kenapa ba’da subuh?”
Kala itu, jawaban yang saya dapat sangat polos, lumayan masuk akal, namun cukup menggelikan kalau dipikir-pikir. “Orang-orang Belanda itu nggak sholat subuh, jadi kalau pasukan Aceh menyerbu ba’da subuh, pasukan Belanda masih tidur dan tidak siap menghadapi serangan”.
Seiring dengan waktu, saya mendapatkan jawaban yang mudah-mudahan lebih tepat untuk pertanyaan, “kenapa ba’da subuh?”
Diantara lima waktu sholat wajib, subuh dianggap paling berat meskipun jumlah rakaatnya paling sedikit. Bangun subuh, mendirikan sholat dan berjamaah di masjid adalah perjuangan berat bagi sebagian orang. Bangunnya saja perlu perjuangan, beberapa mata tak sanggup terbuka, sebagian bangun dengan bermalas-malasan, ada yang terbangun kemudian terlelap lagi, ada yang bergerak hanya untuk menarik selimut dan melanjutkan mimpi, dan ada pula yang sama sekali tak bergerak dan terus mendengkur.
Ada orang-orang yang memerlukan bantuan orang lain untuk bangun subuh. Kalau pun sudah bangun, ada yang menunda-nunda sholatnya. Ada pula berdiri sholat dalam keadaan malas, itu terlihat dari gerakan sholatnya yang terburu-buru atau dari sikap berdirinya yang tidak tegap. Dan ada loh yang sholat sambil matanya terpejam atau sholat sambil berkali-kali menguap.
Sampai disini sebenarnya sudah lumayan bagus, yang penting masih mau sholat subuh. Tetapi bagi orang-orang yang beriman, ketika adzan berkumandang ia semangat bergegas membasuh muka. Bahkan sebagian lainnya menyesal jika hanya terbangun pada saat adzan, sebab ia biasanya bangun di sepertiga malam dan tak tertidur lagi sampai waktu subuh. Orang-orang ini, rela mengorbankan kenikmatan tidurnya serta meminimalkan istirahatnya.
Kesungguhannya semakin teruji ketika ia memilih untuk membelah fajar, menerobos udara dingin menuju masjid untuk sholat berjamaah. Orang-orang yang bersungguh-sungguh diwaktu subuh inilah yang dipilih, seperti Muhammad yang terpilih untuk mengangkat Hajar Aswad karena tiba di Ka’bah lebih dulu.
Maka wajar jika Teuku Umar meminta para pejuangnya berkumpul persis ba’da subuh, karena ia hanya ingin berjuang bersama orang-orang yang memiliki semangat pengorbanan, yang jiwanya dipenuhi kesungguhan diatas rata-rata kebanyakan orang lainnya. Mereka yang tak bangun subuh, bukan saja tertinggal tak ikut berjuang, melainkan memang tak dibutuhkan sama sekali dalam perjuangan karena dianggap tak bersungguh-sungguh.
Semangat dan kesungguhan yang diperoleh dari kebiasaan sholat subuh, bisa kita terapkan dalam mengatasi berbagai masalah kehidupan. Seberat apapun masalah, pasti ada jalan keluarnya. Masalahnya adalah, apakah kita memiliki semangat dan kesungguhan diatas rata-rata untuk mencari jalan keluarnya? Jika belum, mungkin ada baiknya kita mulai dengan sama-sama memperbaiki subuh kita. Mau? (gaw)
Dipetik dari: www.paksi.net
Posted in Tarbawi




